DRAMA
Kelas XI MA Mafatihul Huda
Pendidikan.Co.Id – Pada saat ini kita akan membahas mengenai Drama,
Drama sendiri merupakan bentuk sastra yang mengilustrasikan kehidupan dengan
menyampai sebuah permasalahan dengan melalui dialog. untuk lebih jelas baca
artikel dibawah ini sampai habis :
Pengertian
Drama
Drama merupakan salah satu dari bentuk karya sastra
yang menggambarkan atau mengilustrasikan kehidupan dengan menyampaikan konflik
dengan melalui dialog. Didalam sebuah drama terdapat unsur intrinsik, yakni
unsur yang membangun sebuah karya sastra terdapat di dalamnya.
Jenis
Drama
Dengan beerdasarkan penyajian lakon, drama tersebut
dapat dibedakan menjadi delapan (8) jenis, diantaranya sebagai berikut:
1. Tragedi
merupakan sebuah drama yang penuh dengan kesedihan
2. Komedi
merupakan sebuah drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
3. Tragekomedi
merupakan sebuah perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
4. Opera
merupakan sebuah drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
5. Melodrama
merupakan sebuah drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
6. Farce
merupakan sebuah drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya
dagelan.
7. Tablo
merupakan sebuah jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak
mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
8. Sendratari
merupakan sebuah gabungan antara seni drama dan seni tari.
Dengan
berdasarkan sarana pementasannya, pembagian jenis drama tersebut dibagi
diantaranya:
1. Drama Panggung
merupakan sebuah drama yang dimainkan oleh para aktor dipanggung.
2. Drama Radio
merupakan sebuah drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa
didengarkan oleh penikmat.
3. Drama Televisi
merupakan sebuah hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama
televisi tak dapat diraba.
4. Drama Film
merupakan sebuah drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan
di bioskop.
5. Drama Wayang
merupakan sebuah drama yang diiringi pegelaran wayang.
6. Drama Boneka
merupakan sebuah para tokoh drama digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh
beberapa orang.
Jenis
drama selanjutnya adalah dengan berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama.
Pembagian jenis drama berdasarkan naskah drama ini, antara lain:
1. Drama Tradisional
merupakan sebuah tontonan drama yang tidak menggunakan naskah.
2. Drama Modern
merupakan sebuah tontonan drama menggunakan naskah.
Struktur
Drama
Berikut
merupakan 3 struktur drama:
1. Prolog
(adegan pembukaan).
2. Dialog
(percakapan).
3. Epilog
(adegan akhir atau penutup).
Ciri-Ciri
Drama
Ciri-ciri
drama adalah seperti yang berikut:
1. Harus ada
konfliks
2. Harus ada
aksi
3. Harus
dilakonkan
4. Tempo masa
kurang daripada 3 jam
5. Tiada
ulangan dalam satu masa
Unsur-Unsur Intrinsik
Drama
Unsur-
unsur tersebut, diantaranya sebagai berikut:
a.
Tokoh
Tokoh
merupakan orang yang berperan dalam sebuah drama. Tokoh tersebut dapat
dibedakan menjadi berikut.
Berdasarkan
sifatnya
tokoh
diklasifikasikan diantaranya sebagai berikut.
- Tokoh protagonis,
yakni tokoh utama yang mendukung cerita.
- Tokoh antagonis,
yakni tokoh penentang cerita.
- Tokoh tritagonis,
yakni tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh
antagonis.
Berdasarkan
perannya
tokoh
uty diklasifikasikan menjadi tiga (3), yakni sebagai berikut:
- Tokoh sentral,
yakni tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam sebuah drama. Tokoh sentral
adalah penyebab dari terjadinya konflik. Tokoh sentral tersebut meliputi
tokoh protagonis serta juga tokoh antagonis.
- Tokoh utama, yakni
tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral bisa juga sebagai
perantara dari tokoh sentral. Dalam hal ini ialah tokoh tritagonis.
- Tokoh pembantu,
yakni tokoh-tokoh yang memegang peran sebagai pelengkap atau tambahan
dalam rangkaian cerita
b.
Perwatakan/Penokohan
Perwatakan/penokohan
merupakan penggambaran sifat batin seseorang tokoh yang disajikan didalam suatu
cerita. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama itu digambarkan dengan melalui
dialog, ekspresi, atau tingkah Iaku sang tokoh. Watak dari para tokoh itu digambarkan
dalam tiga dimensi (watak dimensional) sebagai berikut.
1. Keadaan
fisik, diilustrasikan dengan melalui umurjenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat
jasmani, ciri khas yang menonjol, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, suku
bangsa, kurus/ gemuk, atau suka senyum/cemberut.
2. Keadaan
psikis, ini melingkupi watak, kegemaran,standar moral, temperamental, ambisi,
psikologis yang dialami, mental, dan keadaan emosi.
3. Keadaan
sosiologis, ini melingkupi jabatan, pekeijaan, kelas sosial, ras, agama, dan
ideologi.
c.
Setting atau Latar
Setting
ataupun tempat kejadian cerita sering disebut juga sebagai latar cerita Setting
melingkupi tiga dimensi, antara lain sebagai berikut
1. Setting
tempat merupakan tempat terjadinya cerita didalam sebuah drama, Setting tempat
tidak dapat berdiri sendiri. Setting tempat tersebut berhubungan dengan setting
ruang serta waktu.
2. Setting
waktu merupakan waktu/zaman/periode sejarah terjadinya cerita didalam sebuah
drama.
3. Setting
suasana merupakan suasana yang mendukung terjadinya cerita. Setting cerita
tersebut dapat didukung dengan tata suara atau juga tata lampu saat pementasan
drama,
d.
Tema
Tema
adalah gagasan pokok atau juga ide yang mendasari pembuatan dari sebuah drama.
Tema yang biasa diangkat dalam drama tersebut, melingkupi: masalah percintaan, kritik
sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, keluarga yang retak,
patriotisme, perikemanusiaan,ketuhanan, dan renungan hidup
e.
Amanat atau Pesan Pengarang
Amanat
merupakan pesan yang disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca atau
penonton dengan melalui karyanya (termasuk drama). Amanat tersebut memiliki
sifat kias subjektif dan umum, sedangkan untuk tema bersifat lugas, objektif,
serta juga khusus. Amanat drama itu selalu berhubungan dengan tema drama.
f.
Dialog (Percakapan)
Ciri
khas naskah drama tersebut berbentuk cakapan atau dialog, Dibawah ini merupakan
beberapa hal yang berkaitan dengan dialog dalam naskah drama.
1. Dialog
tersebut harus mencerminkan percakapan sehari-hari, karena didalama drama itu
merupakan mimetik (tiruan) dari kehidupan sehari-hari.
2. Ragam bahasa
dalam dialog drama tersebut menggunakan bahasa lisan yang komunikatif serta
juga bukan ragam bahasa tulis.
3. Diksi
(pilihan kata) yang digunakan didalam sebuah drama juga harus berhubungan
dengan konflik serta plot.
4. Dialog dalam
naskah drama tersebut juga harus bersifat estetis, artinya adalah memiliki
bahasa yang indah.
5. Dialog juga
harus dapat mewakili tokoh yang dibawakan, baik ituwatak secara
psikologis, sosiologis, ataupun juga fisiologis.
g.
Konflik
Konflik
merupakan pertentangan atau juga masalah dalam drama. Konflik tersebut
dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dan internal.
- Konflik eksternal
merupakan sebuah konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu yang
berada di luar dirinya.
- Konflik internal
merupakan konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri.
Tahapan
Drama
Dalam
perkembangannya drama tersebut berarti suatu karangan prosa atau juga puisi
yang disusun dalam bentuk percakapan serta dapat dipentaskan. Dalam mementaskan
drama tersebut perlu waktu dan proses yang panjang. Proses tersebut ialah
sebagai berikut.
Penelitian atau Penyeleksian Naskah
1. Naskah drama
tersebut diseleksi apakah layak serta juga dapat dipentaskan atau tidak.
2. Penafsiran
atau Penghayatan Naskah
3. Naskah drama
itu ditafsirkan mengenai isi, latar, cerita, tokoh, watak tokoh, dan jalan
ceritanya. ,
Pemilihan Peran atau Tokoh
Pemilihan
peran tersebut disebut juga dengan casting. Dalam proses tersebut para pemain
drama itu ditunjuk menjadi salah satu tokoh didalam naskah drama. Pemain yang
sudah ditunjuk tersebut harus memahami watak, sifat, tingkah laku, serta juga
gerakan tokoh yang akan diperankannya.
Latihan
Para
pemain drama tersebut juga harus benar-benar berlatih dalam memerankan tokoh.
Pemain harus dapat mengekspresikan dialog yang telah dipelajari.
Memerankan Drama
Dibawah
ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memerankan
naskah drama,
- Tiap-tiap kata itu
harus diucapkan dengan jelas.
- Bagus pada Tekanan
keras lembutnya pengucapan (tekanan dinamik).
- Tekanan tinggi
rendahnya suatu pengucapan suatu kata didalam kalimat (tekanan nada).
- Tekanan cepat
lambatnya suatu pengucapan suatu kata didalamkalimat (tekanan tempo).
- Pengucapan
pengembangan, tersebut dapat dicapai denganmelalui cara sebagai berikut,
yaitu: menaikkan volume suara, menaikkan tinggi pada nada, menaikkan
kecepatan pada tempo suara, serta juga mengurangi volume tinggi nada dan
juga kecepatan tempo suara?
- Menunjukkan gerakan
tubuh (gerak-gerik) serta juga ekspresi wajah (mimik) yang sesuai dengan
karakter atau juga watak tokoh yang dimainkan atau diperankan. Melalui
mimik serta juga gerak tubuh pemain yang harus dapat menunjukkan perasaan
yang sedang dialami oleh tokoh yang sedang diperankan.
- Watak tokoh didalam
sebuah drama terlihat didalam percakapan antartokoh. Dalam percakapan
tersebut tergambar sifat serta juga tingkah laku tiap-tiap tokoh.